Minggu, 20 September 2015

GEJALA KACER STRESS

Pengalaman ini saya dapatkan setelah berkali- kali membeli burung tangkapan hutan atau orang menyebutnya muda hutan (MH). 
Burung muda hutan yang kita beli relatif mudah menemui ajal (isdet). 
Tentu hal ini akan sangat menyebalkan kita. 
kesukaan kita pada burung yang kita pilih harus berakhir dengan matinya burung peliharaan. 
Biasanya burung-burung yang di beli dari pasar burung merupakan burung dalam kriteria muda hutan, kecuali kita membelinya sudah setengah jadi ataupun burung jadi.
Trus apa sih burung setengah jadi itu?. 
Dalam pengertian saya burung setengah jadi adalah burung yang sudah dalam kriteria telah di pelihara agak lama oleh pedagang, namun
burung tersebut belum menunjukan tanda-tanda bunyi / berkicau. 
Biasanya burung setengah jadi sudah dapat mengkonsumsi voer.
Lalu burung jadi?. 
untuk burung jadi masa pemeliharaan
burung sudah cukup lama, sudah rajin berkicau
(gacor) bahkan sudah mampu untuk di bawa ke
lapangan, tentu nya burung ini sudah
mengkonsumsi voer. Beberapa pencinta burung
ada yang tidak mau burungnya mengkonsumsi
voer, Hal ini terkai dengan karakter dan
ketersediaan pakan alami di daerah pencinta
burung itu berada.
Apakah pada burung setengah jadi dan burung
jadi tidak dapat terjangkit stress. Tentu dapat,
hanya saja kemungkinan untuk stress sudah
relatif kecil. Umumnya stress akibat perlakuan
kasar, penyakit burung ataupun karena burung
yang belum siap sudah di trek dengan burung
mapan.
Stress terbesar terjadi pada burung tangkapan
hutan (Muda hutan / MH). Stress akibat
perubahan lingkungan dan kondisi burung.
Lingkungan alam yang bebas digantikan dengan
lingkungan sangkar yang terbatas, belum lagi
karena proses transportasi burung yang
umumnya di kirim melalui proses kargo yang di
kirim secara rombongan baik melalui udara
ataupun darat.
Bagi kita yang memiliki anggaran terbatas
namun menginginkan burung-burung berkelas
tentu pilihan muda hutan menjadi pilihan yang
terbaik. Selain ciri-ciri burung yang banyak di
ulas di internet yang terpenting adalah cari
burung yang sehat. Berikut Ciri-Ciri burung
sehat untuk tangkapan hutan ( Muda Hutan /
MH ):
bulu halus rapih dan tidak
mengembung
Jika burung yang anda pilih
memiliki banyak warna, cari
burung dengan warna bulu yang
paling cerah.
Burung gesit dan lincah. (giras :
tentu karena burung belum
beradaptasi dengan lingkungan
yang baru)
Sorot mata burung tajam dan tidak
sendu.
Hindari burung dengan cacat fisik
seperti patah kaki, patah sayap,
buta ataupun pengkor, dll.
Pilih burung yang sedang makan,
karena mau makan merupakan
gerbang menuju kesuksesan
memeliharan burung muda hutan.
Tidak perlu harus yang bunyi,
burung bunyi kadang-kadang
karena sakit (jika burung
tangkapan hutan).
Pilih yang memiliki postur badan
yang kekar dan kuat.
Pilih burung yang tegak dan
mencengkram kuat tangkringan.
Jangan memilih burung yang
selalu berada di dasar kandang.
Pilih burung yang bertengger di
tangkringan paling atas.
Sesuaikan dengan kriteria-kriteria
burung prospek seperti banyak di
ulas di berbagai blog soal burung.
Jika kita telah memilih burung seperti yang
disebutkan di atas Insya Alloh anda telah
mendapatkan burung yang sehat. Burung sehat
lebih mungkin untuk bertahan pada situasi stres
sedangkan burung yang sakit lebih lama stress
dan mati.
Semua burung tangkapan hutan pasti stress,
karena mereka mengalami proses adaptasi
dengan lingkungan baru. Penyebab stress
disebabkan oleh satu faktor atau interaksi
beberapa faktor, seperti kurungan dalam
sangkar kecil atau buruk dirancang yang tidak
memungkinkan burung untuk terbang, penuh
sesak, gangguan oleh binatang lain, paparan
cuaca ekstrem dan penanganan yang berlebihan
atau kasar.
Berikut tanda-tanda burung muda hutan stress.
Mata sebagian ditutup.
Burung itu terlihat lemas.
Burung jatuh dari tangkringan
hingga mati.
Bulu mengembung.
Berapa bagian badan dan paruh
burung luka akibat menabrak
sangkar / kandang.
Tanda-tanda tingkat stres kronis :
Hilang nafsu makan.
Penurunan berat badan terlihat
kurus dan sayu.
Kelesuan.
mematuk-matuk bulu (bisa
disebabkan oleh kutu).
Melukai diri sendiri.
Cara Pencegahan dan mengurangi stress pada burung muda hutan.
Jauhkan burung dari penyebab
stress, untuk burung tangkapan
hutan sebaiknya di pisahkan dari
burung dan binatang lain.
Letakkan di tempat yang sepi dan
tidak banyak gangguan.
Pasang krodong atau tutup dengan
kertas koran (untuk menghindari
burung kaget melihat anda /
maksud saya melihat orang lain.
Jangan pernah memandikan
burung, walaupun saat burung di
berikan tempat minum burung
terlihat mandi.
Burung dapat di mandikan jika
burung sudah jauh lebih tenang
dan lahap makannya, rata-rata jika
burung telah di pelihara antara 5
s/d 8 minggu.
Beri makanan alami (EF). 
Jangan paksakan burung untuk memakan voer. 
biarkan burung makan
seperti di habitatnya.
Jauhkan dari segala bunyi- bunyian.
Beri kecukupan makanan dan minuman.
Ingat makan dan minuman harus
selalu fresh sebaiknya minuman di
ganti setiap hari.
Jika burung sudah berhasil melawati masa-
masa tersebut di atas, baru burung mulai di
adaptasikan dengan lingkungan baru. Stress
burung dapat menyebabkan kematian pada
burung, maka bersabarlah dan telaten dalam
merawat burung muda hutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar