Minggu, 20 September 2015

Melatih Burung Kicauan Agar Gemar Berkicau

Cara melatih burung kicauan yang malas
menyanyi.
Berikut tahapan-tahapannya :

A. Menggunakan cermin
Pada tahap ini, burung kicauan berlatih mental
lebih dahulu. Dengan adanya cermin, burung
kicauan akan merasa ada burung lain yang ada
di dekatnya. Situasi ini akan melatih mental
burung kicauan untuk mengeluarkan nalurinya
yang tidak ingin tersaingi. Seperti kebanyakan
makhluk yang akan 'bertarung' mempertahankan
eksistensinya, biasanya akan ada adu mulut
dulu sebelum adu otot terjadi.
Latihan ini memang tidak bertujuan agar burung
bisa langsung berkicau dengan indahnya.
Namun, membuat burung kicauan berani untuk
mulai membuka suara. Meletakkan cermin di
dekat burung bakalan akan memancing burung
kicauan terus berkicau.
Cermin kecil bisa digantungkan di dinding
sangkar. Jika keberadaan cermin justru
membuat burung kicauan marah membabi buta,
cukup dekatkan sangkar ke cermin besar.
Jangan sampai justru bulu sayap dan ekor
rontok saat burung kicauan dilatih menyanyi.

B. Mendekatkan dengan sesama jenis burung
Setelah burung mulai mau buka suara, tahap
selanjutnya dalam melatih mental burung
kicauan adalah mendekatkannya dengan burung
kicauan lainnya. Namun perlu diperhatikan, pilih
lawan tanding yang seimbang, baik dari sisi
umur, penampilan, atau kelihaiannya dalam
berkicau.
Salah memilihkan lawan tanding bisa berakibat
burung kicauan yang dilatih justru stres alias
tertekan. Bisa jadi sang burung tidak berpikir
ingin membalas kicauan sang lawan, tetapi
sibuk mencari pintu keluar untuk melarikan diri.
Jika burung stres, dekatkan burung kicauan
jantan dengan betina.
Hal ini dilakukan untuk membangkitkan kembali
keberanian sang burung kicauan.

C. Meletakkan burung di dekat keramaian
Tahap latihan ini adalah melatih mental burung
kicauan agar tidak mudah terkejut dan stres.
Umumnya, burung yang tidak terbiasa dengan
keramaian akan terbang kian kemari di dalam
sangkar, yang bisa mengakibatkan tubuhnya
terluka. Paling tidak, penampilannya tidak indah
lagi utuk dilihat.
Untuk melatih keberanian tersebut, letakkan
sangkar di teras rumah yang agak sering
dilewati orang. Akan lebih baik jika ada
beberapa sangkar yang diletakkan di tempat
yang sama. Setidaknya bisa memberikan rasa
nyaman karena burung melihat ada teman-
temannya.
Latihan keberanian ini sangat penting karena
suasana perlombaan burung kicauan pun ramai.
Selain banyak burung yang berkicau, di sana
juga banyak para pengunjung yang berlalu-
lalang.

D. Memutarkan kaset mastering kicau burung
Jika mental burung kicauan sudah stabil, tidak
mudah panik, langkah selanjutnya adalah
memberikan latihan berkicau agar lebih merdu.
Cara ini dilakukan dengan memutar kaset suara
burung kicauan sejenis yang merdu atau suara
dari master burung kicauan pemenang lomba,
jika tujuan latihan untuk diperlombakan
Burung yang jinak belum tentu memiliki mental
yang baik, begitu juga sebaliknya burung yang
sedikit liar belum tentu memiliki mental yang
kurang baik. Dalam hal ini, Anda perlu melatih
mental burung peliharaan Anda.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melatih
mental burung, ini diantaranya:

1. Mengisolasi burung beberapa waktu.
2. Mengatur secara tepat tingkat birahi.

3. Membiasakan merubah-rubah tempat
menggantang burung dalam kurun waktu
yang tidak terlalu lama.

4. Jaga posisi tempat pakan agar tidak
dirubah-ubah.

5. Posisikan tempat tangkringan dengan tidak
sering kali melakukan perubahan.

6. Membiasakan menutup burung dengan
krodong pada saat burung sedang dalam
posisi istirahat.

7. Membiasakan mempertemukan dengan
burung lain ataupun burung sejenis untuk
melatih mentalnya.

8. Membiasakan burung dibawa bepergian
terutama untuk burung lomba.

9. Biasakan melatih burung jika dirasa mental
burung sudah siap.
Jangan pernah memaksakan burung yang belum
siap mental untuk diadu atau ditrek dengan
burung yang usianya lebih tua dan lebih gacor.
Hal ini akan membuat mental burung menjadi
down dan burung bisa stres. Dan melatih
mentalnya akan menjadi lebih sulit.

E. Dimulai sejak awal
Untuk melatih burung agar tidak demam
panggung, Anda harus melatihnya sejak awal.
Jika itu burung tangkapan hutan, Anda harus
benar-benar sudah menjinakkannya terlebih
dahulu. Jinak di sini artinya adalah tidak takut
dengan manusia dan bukan berarti cuma diam
atau mendekat ketika tangan kita masuk ke
sangkar. Sebab, banyak burung yang sudah
tidak takut manusia sejak lahir tetapi tetap
tidak jinak dalam arti tidak mudah ditangkap
ketika di dalam sangkar.

F. Jaga konsistensi (konsisten ditempatkan di
area lalu lalang orang)
Burung yang awalnya jinak atau tidak takut
orang, jika terlalu lama disimpan di tempat sepi
atau hanya sesekali ditempatkan di keramaian,
akan menjadi liar kembali. Hal ini banyak terjadi
pada burung anis merah.
Burung yang sudah tidak gerabakan ketika
tangan kita masuk ke sangkar, atau karena
memang dipelihara sejak burung masih diloloh/
disuapi manusia, akan menjadi liar atau mudah
takut orang jika sering ditempatkan di tempat
sepi. Oleh karena itu, Anda harus konsisten
meletakkan sangkar burung di lingkungan yang
banyak lalu lalang orang.
Jika rumah Anda pada dasarnya sepi, maka
Anda perlu menyempatkan diri secara rutin
membawa burung itu ke keramaian. Bisa diajak
ke rumah tetangga atau ke rumah teman ketika
Anda berkunjung untuk sekadar bersilaturahmi.
Yang penting, burung terbiasa juga untuk
dibawa kemana-mana.
Bisa juga ketika Anda melombakan burung atau
nonton lomba burung, burung Anda yang belum
jadi atau sedang dalam masa pelatihan dibawa
serta ke lingkungan lomba, untuk sekadar di
gantang di lingkungan lomba yang tentu saja
ramai orang.
Intinya, dilatih secara konsisten bagaimanapun
caranya dan Anda perlu menyempatkan diri.

G. Ikutkan latihan secara berkala dan terukur
Kalau burung Anda sudah jinak dan gacor tetapi
selalu saja membisu ketika berada di arena
lomba, maka Anda harus terus melatihnya
dengan mengikutkan pada latihan rutin di
tempat Anda.
Hanya saja perlu saya tekankan, jangan pernah
mengikutkan burung dalam latihan dengan
banyak lawan dan penonton kalau kondisi fisik
burung tidak benar-benar siap. Bukannya bebas
demam panggung yang didapat burung tetapi
burung drop mental yang kita dulang. Untuk
menjaga kondisi fit, tentu saja lakukan
perawatan yang baik dan konsisten, serta
menjaga vitalitasnya Jika burung tidak dalam
kondisi fit, cukup Anda bawa saja ke sana untuk
digantang di luar arena. Yang panting dia
terbiasa dengan keramaian orang.
Sebenarnya seperti yang anda tahu mungkin,
tidak ada cara instan untuk membuat mental
burung menjadi instan kuat dan tangguh saat
lomba. jalan satu-satunya adalah dengan
melatih burung tersebut secara terus menerus.
Yang perlu anda ketahui bila burung demam
panggung :

· Burung juga kadang gugup saat akan
mulai bernyanyi di keramaian.

· Dan saat burung anda berkicau, itu
adalah suara isian yang sebelumnya anda
isi jadi jangan kawatirkan sepat lambatnya
suara burung.

· Biasanya cara paling ampuh mengatasi
demam panggung untuk melatih mental
burung biar kuat pas lomba adalah dengan
latih tanding, logikanya karena banyak
pengalaman maka mental juga akan
terasah jadi kuat.

1 komentar: